Kopi Luwak Ternyata Mudah Terbakar, Benarkah Mengandung Bubuk Mesiu?

Ris ,
Sains & Teknologi ,
01-10-2018 - 11:00


Bagi penderita penyakit lambung, kopi luwak adalah salah satu produk yang sangat bisa diandalkan. Momen ngopi jadi lebih tenang karena produk ini terbilang ramah di lambung. Sayangnya, image bersih itu tercemar baru-baru ini. Beberapa video beredar di dunia maya  dan menunjukkan betapa kopi ini ternyata sangat mudah terbakar.

Layaknya bubuk mesiu, serbuk Kopi Luwak langsung menciptakan kobaran besar saat mengenai api. Sementara itu, salah satu produk kopi hitam yang juga diuji coba ternyata tidak menciptakan kobaran seperti Kopi Luwak. Lalu apakah ini bukti bahwa produk Kopi Luwak berbahaya? Benarkah ada bubuk mesiu di dalam minuman ini? Tak perlu menunggu lama, pihak terkait pun langsung memberikan klarifikasi.

Lewat akun Instagram, Kopi Luwa memberikan klarifikasi bahwa tidak benar produknya mengandung bubuk mesiu seperti yang dikatakan orang di dalam video. Kobaran api cukup besar berasal dari gula dan kremer dalam produk tersebut. Kedua zat tersebut memang bersifat flamable dan mudah terbakar. Dan tentunya bukan hanya Kopi Luwak, semua produk minuman kemasan yang mengandung gula dan kremer akan terbakar jika berdekatan dengan api.

Selain itu, berbagai penjelasan lain juga muncul di dunia maya. Salah satunya adalah akun Kimia Sutra yang mengungkapkan bahwa semua bahan powder dan serbuk organik seperti tepung-tepungan memang mengandung bahan ledak. Namun ledakan takkan terjadi jika tidak didukung unsur pendukung yaitu bahan bakar, oksigen, dan panas.

Penjelasan Kopi Luwak juga didukung oleh klarifikasi dari BPOM. Menyambung fakta tentang sifat gula dan kremer dalam kopi kemasan, produk pangan apapun yang mengandung rantai karbon (ikatan antar atom karbon), serta mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori, seperti kerupuk, krekers, makanan ringan lainnya pasti akan terbakar/menyala jika disulut dengan api. Namun sifat tersebut bukan serta merta menjadikan produk itu berbahaya untuk dikonsumsi.

“Bahwa produk pangan yang terbakar/menyala tersebut tidak dapat membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin di dalam produk pangan,” demikian penjelasan dari BPOM. Pada poin selanjutnya, BPOM mengungkapkan bahwa untuk membuktikan adanya kandungan plastik di dalam makanan harus dilakukan tes di laboratorium.

Komentar
Metode-metode Forensik untuk Mengidentifikasi Jenazah Tanpa Identitas
Sains & Teknologi
09-11-2018 - 11:00
Ajal memang tidak pernah disangka kapan datangnya. Seseorang bisa saja meninggal dunia dalam kecelakaan, pembunuhan, bencana alam, atau dalam kejadian apapun yang membuat jenazah tidak bisa langsung dikenali. Belum lagi, beberapa jenazah ditemukan tanpa identitas sehingga penemunya tidak tahu harus ...
Bagaimana Cara Orang Mesir Menciptakan Mumi?
Sains & Teknologi
23-09-2018 - 10:00
​Mumi adalah salah satu peninggalan peradaban Mesir yang bisa dibilang sangat spektakuler. Bagaimana tidak, orang-orang zaman dulu telah berhasil menemukan teknologi untuk mengawetkan jenazah. Pasalnya, mereka percaya tentang adanya kehidupan sesudah mati, sehingga merasa perlu melakukan usaha unt...
Manusia Bisa Menahan Suhu Ratusan Derajat Tanpa Terluka, Asal…
Sains & Teknologi
17-09-2018 - 11:00
Secara teori, segala sesuatu yang sedang mendidih akan membahayakan tubuh makhluk hidup. Jangankan besi cair yang titik leburnya mencapai 1535 derajat celcius, air dalam kondisi mendekati 100 derajat celcius saja akan membuat kulit mengalami luka bakar saat bersentuhan. Karenanya, siapapun yang beke...
Tandus dan Kering, Mungkinkah Gurun Sahara Berubah Hijau?
Sains & Teknologi
13-09-2018 - 13:00
Sebagai dataran yang dikenal kering dan gersang, Gunung Sahara mungkin tidak memenuhi standard wilayah yang layak untuk ditinggali. Bagaimana tidak, kondisi tanahnya sangat tandus sehingga tumbuhan tidak sanggup hidup di atasnya. Cuacanya sangat panas sehingga makhluk hidup sepertinya tidak akan san...
Kenalkan! Ini Dia ROG Phone, Ponsel Canggih untuk Para Pecinta Game
Sains & Teknologi
21-08-2018 - 17:00
Saat ini, gaming adalah kegiatan yang mendapat banyak perhatian. Selain karena banyaknya pecinta game yang ada di seluruh dunia, permainan yang ada saat ini juga semakin bervariasi dan penuh dengan improvisasi. Tidak heran jika sarana penunjang untuk gaming juga mengalami perkembangan pesat. Salah s...
4 Cara Mencegah Fingerprint Smartphone Error
Sains & Teknologi
20-08-2018 - 09:00
Teknologi yang semakin canggih telah menciptakan sistem pengamanan yang semakin hebat. Salah satu yang belakangan ini cukup popular adalah adanya fingerprint scanner pada ponsel, yang memungkinkan user melakukan unlock dengan sidik jari. Dengan demikian, keamanan data di dalamnya pun semakin terjaga...
Penampakan Samsung Galaxy Note 9 Terungkap, Seperti Apa Spesifikasinya?
Sains & Teknologi
16-08-2018 - 13:00
​Sebagai salah satu vendor smartphone terbesar dunia, Samsung memang tidak pernah berhenti menciptakan karya-karya baru. Belakangan, perusahaan ini kembali merilis produk canggih yang akan membuat siapapun tergoda untuk memilikinya. Samsung Galaxy Note 9 telah diluncurkan pada 9 Agustus 2018 lalu,...
Ingin Main Games "Fortnite" di Android? Pastikan Smartphonemu Punya Spesifikasi Ini
Sains & Teknologi
15-08-2018 - 19:00
Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi permainan yang bertema pertarungan memang menjadi incaran para penggila games. Salah satu yang juga cukup populer beberapa bulan terakhir adalah Fortnite, yang dikembangkan oleh Epic Games. Dirilis pada tahun 2017, video games ini menyajikan beberapa mode per...
Apa Saja yang Ada dalam Otak Seorang Transgender?
Sains & Teknologi
01-06-2018 - 14:00
​Belakangan, fenomena transgender memang menjadi perhatian banyak orang. Merasa terjebak dalam tubuh yang salah, beberapa orang tak hanya terdorong untuk berpenampilan tak sesuai gender, namun juga nekat melakukan operasi agar tubuhnya sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan.Selama bertahun-ta...
Asal Usul Nama Bahasa Pemograman Java
Sains & Teknologi
19-05-2018 - 12:00
​Siapa menyangka bahwa Java Coffee alias Kopi Jawa menjadi inspirasi untuk nama bahasa pemrograman komputer yang berhasil dikembangkan oleh James Gosling dan rekan-rekan tim Greentalk di Sun Microsystems. Mulanya, Gosling memberikan nama Oak pada program tersebut setelah terinspirasi oleh sejenis ...