Taktik Licik yang Membuat Wu Zetian Menjadi Kaisar Wanita Pertama di Cina

Tey ,
Sejarah & Budaya ,
24-09-2018 - 10:00

Menjadi kaisar di Cina bagi seorang wanita pada zaman dahulu sepertinya adalah hal yang mustahil. Namun, tidak bagi seorang wanita ambisius, licik dan kejam bernama Wu Zetian. Wanita ini menjadi seorang kaisar wanita pertama di Cina lewat taktiknya menyingkirkan semua hal yang menghalangi jalannya untuk menjadi seorang kaisar. Hingga kini, namanya masih terekam sebagai wanita paling berpengaruh dalam sejarah Cina. 

Karena tidak disukai oleh kalangan bangsawan pada masa itu, sejarawan Cina pada zaman itu berusaha menghapuskan nama dan pengaruh Wu dalam sejarah. Namun, ribuan tahun kemudian, kisah hidup dan pencapaian Wu Zetian berhasil terungkap dan membuat banyak orang tercengang dengan kisahnya.

1. Berasal dari kelas bangsawan

Wanita bernama asli Wu Zhao ini berasal dari keluarga bangsawan. Berkat posisi penting ayahnya, ayah Wu mendorongnya untuk mendapatkan pendidikan, sesuatu yang tidak banyak didapatkan oleh wanita pada masa itu. Memasuki usia 14 tahun, kaisar Taizong jatuh hati pada Wu dan menjadikannya selir ke-lima. Bahkan saat menjadi selir, ia masih terus belajar berbagai topik seperti politik, urusan pemerintahan, menulis, karya sastra, hingga musik. Hal inilah yang membedakannya dari wanita lain. Berkat kecerdasannya, kaisar Taizong semakin menyukainnya dan menjadikan Wu sebagai sekertarisnya. Hal inilah yang membuat Wu semakin banyak belajar tentang pemerintahan dan bahkan bertanggung jawab mengurusi berbagai dokumen penting. 

2. Menjalin hubungan dengan putera Taizong agar bisa kembali ke istana

Sepeninggal kaisar, para selir biasanya harus mencukur habis rambutnya dan menjadi biarawati. Namun, sejak saat masih tinggal di istana, Wu telah berhasil membuat putra Taizong, yaitu Li Zhi jatuh hati padanya. Ia menggoda Li Zhi (selanjutnya bernama kaisar Gaozong) untuk membawanya kembali ke istana. Karena Ratu Wang (istri Gaozong) tidak memiliki anak, maka Wu akhirnya dijadikan selir ke-dua Gaozong.

3. Memanfaatkan kematian putrinya untuk naik tahta

Setelah melahirkan dua orang putera yaitu Li Hong dan Li Xian, Wu melahirkan seorang puteri. Namun bayi malang tersebut ditemkan mati dicekik di tempat tidurnya. Wu kemudian menuduh Ratu Wang yang menjadi dalang di balik kematian puterinya. Tidak berhenti sampai di sana, ia juga menuduh Wang beserta ibunya mempraktikan ilmu sihir, sehingga keduanya harus diusir dari istana. Belum puas menyingkirkan pesaingnya, Wu memerintahkan agar keduanya dibunuh. 

Banyak spekulasi beredar bagaimana pembunuhan ratu dan ibunya tersebut dilakukan. Namun menurut pendapat paling umum, kedua tangan dan kaki mereka diamputasi sebelum kemudian diikat menjadi satu, dimasukkan ke dalam gentong anggur beserta tubuhnya, dan kemudian ditenggelamkan. Hingga kini, tidak ada yang tahu siapa pembunuh puteri Wu yang sebenarnya, namun sejarawan modern berpendapat bahwa Wu sendirilah yang menghabisi puterinya tersebut demi naik tahta.

Kekejaman Wu kepada puterinya sendiri menunjukkan ambisi tingginya untuk menjadi kaisar. Sebagai seorang ratu, ia memulai aksinya menyingkirkan banyak pejabat dan orang-orang yang menentang dirinya tidak peduli status mereka. Bahkan ia juga memerintahkan untuk membunuh Zhangsun Wuji, saudara ipar Taizong dan sekutu dekat Gaozong. Yang lebih mengerikan lagi, tidak hanya membunuh para penentangnya, ia juga memaksa beberapa di antara mereka untuk bunuh diri dihadapannya.

Ketika Kaisar Gaozong akhirnya mengalami stroke dan buta, maka tugas administratif jatuh ke tangan Wu. Saat inilah Ratu Wu semakin menguatkan posisinya. 

4. Menggulingkan puteranya dari tahta untuk menjadi kaisar

Setelah Gaozong meninggal, maka Li Hong (Kaisar Zhongzong) naik tahta. Namun ia dikendalikan oleh istrinya, Wei, yang menunjuk semua anggota keluarganya untuk berada di posisi penting. Melihat bagaimana Wei mencoba meniru tindakan Wu untuk menjadi seorang ratu, maka Wu segera menggantingkan Zhongzong dengan adiknya, Li Dan (Kaisar Ruizong). Sementara itu, Zhongzong digunlingkan dari tahtanya. Meski demikian, Ruizong hanyalah sekadar kaisar boneka bagi Wu, ia kemudian memaksa Ruizong untuk turun tahta dan menjadikan dirinya sendiri sebagai kaisar dengan nama Zetian.

5. Disukai dan dihormati oleh rakyatnya

Terlepas dari kekejaman dan taktik liciknya untuk naik tahta, ternyata Wu Zetian disukai oleh rakyatnya. Sebagai seorang kaisar, ia berhasil mengungkap korupsi yang dilakukan oleh institusi pemerintahan, serta mengarahkan sistem pemerintahan ke arah meritocracy. Artinya, jabatan hanya bisa didapatkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Ia juga banyak membantu mereka yang kesusahan, fokus membangun sistem irigasi, dan menurunkan pajak bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan serta para petani. Dari sudut pandang rakyatnya, Wu adalah seorang pemimpin yang baik dan hebat.

Wu Zetian juga berdampak besar pada para wanita pada masa itu. Ia memberikan posisi pada wanita di istana dan memerintahkan para cendekiawan untuk menulis biografi tentang para wanita penting dan berpengaruh. Selain itu, pada masa pemerintahannya, wanita juga memiliki lebih banyak kebebasan dan mengekspresikan dirinya sendiri, sesuatu yang hampir mustahil pada zaman tersebut. Berkat Wu, banyak wanita secara aktif berpartisipasi dalam bidang politik dan bahkan memberikan pengaruh bagi para pemimpin, penulis, dan seniman wanita lainnya. 

Komentar
Tak Hanya Berupa Gambar, di Balik Tato Ada Runtutan Sejarah Kebudayaan
Sejarah & Budaya
26-11-2018 - 08:00
​Apa yang kamu pikirkan pertama kali saat melihat seseorang dengan tatto? Terlepas dari kontroversi berbagai pandangan orang tentang tatto, kebiasaan merajah kulit ternyata sudah ada sejak delapan ribu tahun yang lalu. Berbagai penemuan mummi dengan tatto di tubuh mereka menunjukkan bahwa kebiasaa...
Fakta di Balik Bangsa Petarung Hebat, Viking
Sejarah & Budaya
22-11-2018 - 08:30
​Bangsa Viking adalah salah satu suku yang sering kali dianggap sebagai sosok yang tangguh, kasar dan petarung hebat. Dalam film-film, mereka digambarkan sebagai sosok berambut pirang dan berbadan besar. Banyak mitos dan legenda yang berkisar tentang kehebatan bangsa Viking. Namun, apakah legenda-...
Membongkar Kebenaran Kisah Raja Arthur yang Tersohor
Sejarah & Budaya
12-11-2018 - 10:00
​Meskipun merupakan kisah tetang Raja dari negara lain cerita tentang Raja Arthur, pedang Excalibur dan Istana Camelot begitu tersohor hingga berbagai negara lain. Kemungkinan memang karena legenda tentang sifat kesatria dan keberaniannya yang luar biasa. Kamu yang berada di Indonesia mungkin juga...
Bagaimana Hitler Bisa Berkuasa di Negara yang Demokratis?
Sejarah & Budaya
02-11-2018 - 16:00
​Siapa sih yang tak mengenal Hitler? Salah satu sosok yang sampai saat ini bahkan masih memicu berbagai kontroversi. Bicara soal Hitler, sosok satu ini merupakan penggagas dari genosida terbesar yang pernah terjadi sampai saat ini. Kendati demikian, banyak yang penasaran bagaimana seorang Hitler d...
Mungkinkah Suku Kesatria Wanita Amazon Benar-benar Ada?
Sejarah & Budaya
29-10-2018 - 19:00
​Kamu mungkin sudah pernah mendengar kisah tentang para wanita Amazon. Para wanita kesatria yang tangguh dan bertarung layaknya pasukan pria pada masa ribuan tahun yang lalu. Jika kamu mengira bahwa kesetaraan antara pria dan wanita adalah produk peradaban modern, mungkin kamu perlu berpikir ulan...
Siapakah Sebenarnya Pangeran Samber Nyawa?
Sejarah & Budaya
20-10-2018 - 17:00
​Orang mengenal Pangeran Samber Nyawa sebagai sosok pejuang yang tak kenal menyerah. Kegigihannya tidak diragukan lagi, melakukan perlawanan terhadap penjajah dan musuh-musuhnya dengan gagah berani, hingga julukan menyeramkan tersebut tersemat sampai kini. Bahkan saking mashyurnya julukan tersebut...
Sebelum Berbentuk Seperti Sekarang InI, Beginilah Bentuk Bra
Sejarah & Budaya
19-10-2018 - 18:00
​Bra atau BH (buste houder) sudah menjadi barang yang umum digunakan oleh para wanita meski memang tidak semua wanita suka menggunakannya. Keberadaan bra sebagai penutup dada ternyata juga sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Berikut ini perkembangan bra dari sejak pertama diketahui penggunaann...
Mengenang Tragedi Muram Bangsa Indonesia 30 September 1965
Sejarah & Budaya
17-10-2018 - 10:00
​Peristiwa Gerakan 30 September, sering disebut dengan Gestok, Gestapu, atau G30S saja. Banyak versi yang muncul tentang kronologi peristiwa ini, hingga sulit untuk menemukan kepastian kejadiannya. Yang jelas, gerakan ini berhasil menghilangkan nyawa beberapa orang perwira militer, meruntuhkan kek...
Benarkah Sabdo Palon Naya Genggong Hanyalah Tokoh Fiktif?
Sejarah & Budaya
16-10-2018 - 08:00
Beberapa waktu lalu kamu tentu telah membaca artikel dilarangbego.com tentang sosok Jayabaya, si peramal sakti dari negeri Majapahit itu. Di antara beberapa ramalan Jayabaya, salah satunya disebutkan tertulis dalam Jangka Jayabaya Sabdo Palon. Sabdo Palon dikisahkan adalah seorang abdi dalem...
5 Tradisi Menyambut Kelahiran Bayi dari Seluruh Penjuru Nusantara
Sejarah & Budaya
09-10-2018 - 15:00
​Hadirnya bayi di tengah-tengah keluarga tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Apalagi jika datangnya si jabang bayi telah ditunggu sekian tahun lamanya. Tidak heran jika kelahiran mereka di dunia akan disambut dengan suka cita yang sedemikian rupa. Bahkan, ada beberapa tradisi khusus untuk meraya...