Manusia Bisa Menahan Suhu Ratusan Derajat Tanpa Terluka, Asal…

Ris ,
Sains & Teknologi ,
17-09-2018 - 11:00


Secara teori, segala sesuatu yang sedang mendidih akan membahayakan tubuh makhluk hidup. Jangankan besi cair yang titik leburnya mencapai 1535 derajat celcius, air dalam kondisi mendekati 100 derajat celcius saja akan membuat kulit mengalami luka bakar saat bersentuhan. Karenanya, siapapun yang bekerja di pusat peleburan logam harus memiliki pengamanan memadai agar terhindar dari bahaya.

Meski demikian, rupanya beberapa bulan lalu teori ini berhasil dipatahkan. Sekitar Desember 2017, muncul video viral yang menunjukkan seorang pria menyentuh logam cair super panas tanpa terluka. Padahal, kita semua tahu bahwa logam umumnya memiliki titik lebur yang jauh lebih tinggi daripada air. Lalu bagaimana pria itu dapat bertahan? Apakah dia memiliki ilmu kebal yang membuat panas logam tidak berarti apapun untuknya?

Jawabannya jelas bukan magic. Kemungkinan pria itu menggunakan hukum fisika yang bernama efek Leidenfrost. Yang dimaksud dengan efek Leidenfrost adalah fenomena di mana cairan akan menghasilkan uap isolasi ketika bersentuhan dengan bahan lain yang memiliki titik didih lebih tinggi. Uap akan terbentuk dengan cepat untuk menghindari penguapan terlalu cepat. Masih bingung dengan penjelasan tersebut? Coba kita simak percobaan yang dilakukan oleh Mythbusters berikut ini:

Dua orang bernama Jamie dan Adam melakukan percobaan dengan logam panas yang telah dipanaskan hingga suhu sekitar 455 derajat celsius. Kemudian Jamie melakukan percobaan dengan mencelupkan tangannya ke dalam air, kemudian dengan tangan yang basah itu dia mencelupkan tangannya ke dalam logam panas. Hal yang sama juga dilakukan Adam, dan keduanya sama-sama tidak terluka. Fenomena itulah yang dinamakan efek Leidenfrost.

Air yang membasahi tangan mereka memiliki peran sangat penting. Karena titik didihnya jauh lebih rendah, maka ketika bersentuhan dengan logam sebagian air tersebut membentuk uap yang membentuk perisai untuk melindungi sebagian dirinya dari penguapan instan. Uap inilah yang dimanfaatkan oleh Jamie dan Adam untuk melindungi tangannya agar tidak terluka. Meski demikian, efek tidak berlangsung seterusnya. Jika kamu terlalu lama mencelupkan tangan ke dalam logam, seluruh bagian air akan menguap sehingga meninggalkan tangan kita tanpa perisai.

Jadi jelas sekali alasan pria yang viral di dunia maya itu mampu menyentuh logam panas tanpa terluka. Dia tidak harus mencelupkan tangannya ke dalam air untuk dapat melakukan kontak dengan suhu ratusan derajat. Keringat berlebih, pelembab, atau zat lain yang memiliki titik didih lebih rendah bisa saja melindungi kulit dari lelehan logam walau hanya selama beberapa detik.

Komentar
Metode-metode Forensik untuk Mengidentifikasi Jenazah Tanpa Identitas
Sains & Teknologi
09-11-2018 - 11:00
Ajal memang tidak pernah disangka kapan datangnya. Seseorang bisa saja meninggal dunia dalam kecelakaan, pembunuhan, bencana alam, atau dalam kejadian apapun yang membuat jenazah tidak bisa langsung dikenali. Belum lagi, beberapa jenazah ditemukan tanpa identitas sehingga penemunya tidak tahu harus ...
Kopi Luwak Ternyata Mudah Terbakar, Benarkah Mengandung Bubuk Mesiu?
Sains & Teknologi
01-10-2018 - 11:00
Bagi penderita penyakit lambung, kopi luwak adalah salah satu produk yang sangat bisa diandalkan. Momen ngopi jadi lebih tenang karena produk ini terbilang ramah di lambung. Sayangnya, image bersih itu tercemar baru-baru ini. Beberapa video beredar di dunia maya  dan menunjukkan betapa kopi ini ter...
Bagaimana Cara Orang Mesir Menciptakan Mumi?
Sains & Teknologi
23-09-2018 - 10:00
​Mumi adalah salah satu peninggalan peradaban Mesir yang bisa dibilang sangat spektakuler. Bagaimana tidak, orang-orang zaman dulu telah berhasil menemukan teknologi untuk mengawetkan jenazah. Pasalnya, mereka percaya tentang adanya kehidupan sesudah mati, sehingga merasa perlu melakukan usaha unt...
Tandus dan Kering, Mungkinkah Gurun Sahara Berubah Hijau?
Sains & Teknologi
13-09-2018 - 13:00
Sebagai dataran yang dikenal kering dan gersang, Gunung Sahara mungkin tidak memenuhi standard wilayah yang layak untuk ditinggali. Bagaimana tidak, kondisi tanahnya sangat tandus sehingga tumbuhan tidak sanggup hidup di atasnya. Cuacanya sangat panas sehingga makhluk hidup sepertinya tidak akan san...
Kenalkan! Ini Dia ROG Phone, Ponsel Canggih untuk Para Pecinta Game
Sains & Teknologi
21-08-2018 - 17:00
Saat ini, gaming adalah kegiatan yang mendapat banyak perhatian. Selain karena banyaknya pecinta game yang ada di seluruh dunia, permainan yang ada saat ini juga semakin bervariasi dan penuh dengan improvisasi. Tidak heran jika sarana penunjang untuk gaming juga mengalami perkembangan pesat. Salah s...
4 Cara Mencegah Fingerprint Smartphone Error
Sains & Teknologi
20-08-2018 - 09:00
Teknologi yang semakin canggih telah menciptakan sistem pengamanan yang semakin hebat. Salah satu yang belakangan ini cukup popular adalah adanya fingerprint scanner pada ponsel, yang memungkinkan user melakukan unlock dengan sidik jari. Dengan demikian, keamanan data di dalamnya pun semakin terjaga...
Penampakan Samsung Galaxy Note 9 Terungkap, Seperti Apa Spesifikasinya?
Sains & Teknologi
16-08-2018 - 13:00
​Sebagai salah satu vendor smartphone terbesar dunia, Samsung memang tidak pernah berhenti menciptakan karya-karya baru. Belakangan, perusahaan ini kembali merilis produk canggih yang akan membuat siapapun tergoda untuk memilikinya. Samsung Galaxy Note 9 telah diluncurkan pada 9 Agustus 2018 lalu,...
Ingin Main Games "Fortnite" di Android? Pastikan Smartphonemu Punya Spesifikasi Ini
Sains & Teknologi
15-08-2018 - 19:00
Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi permainan yang bertema pertarungan memang menjadi incaran para penggila games. Salah satu yang juga cukup populer beberapa bulan terakhir adalah Fortnite, yang dikembangkan oleh Epic Games. Dirilis pada tahun 2017, video games ini menyajikan beberapa mode per...
Apa Saja yang Ada dalam Otak Seorang Transgender?
Sains & Teknologi
01-06-2018 - 14:00
​Belakangan, fenomena transgender memang menjadi perhatian banyak orang. Merasa terjebak dalam tubuh yang salah, beberapa orang tak hanya terdorong untuk berpenampilan tak sesuai gender, namun juga nekat melakukan operasi agar tubuhnya sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan.Selama bertahun-ta...
Asal Usul Nama Bahasa Pemograman Java
Sains & Teknologi
19-05-2018 - 12:00
​Siapa menyangka bahwa Java Coffee alias Kopi Jawa menjadi inspirasi untuk nama bahasa pemrograman komputer yang berhasil dikembangkan oleh James Gosling dan rekan-rekan tim Greentalk di Sun Microsystems. Mulanya, Gosling memberikan nama Oak pada program tersebut setelah terinspirasi oleh sejenis ...