Apa Saja yang Ada dalam Otak Seorang Transgender?

Ris ,
Sains & Teknologi ,
01-06-2018 - 14:00

Belakangan, fenomena transgender memang menjadi perhatian banyak orang. Merasa terjebak dalam tubuh yang salah, beberapa orang tak hanya terdorong untuk berpenampilan tak sesuai gender, namun juga nekat melakukan operasi agar tubuhnya sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan.

Selama bertahun-tahun, keberadaan transgender memang menuai perdebatan. Berbagai pertanyaan muncul, apakah hal ini merupakan bentuk kelainan mental atau hanya sekedar pilihan pribadi seseorang. Para ilmuwan pun berusaha untuk mengungkap apa yang sebenarnya ada dalam otak para transgender.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Liege, Belgia, terungkap bahwa seorang transgender memiliki karakteristik otak sesuai dengan jenis kelamin yang mereka inginkan, dilihat dari sisi fungsional. Nyatanya, perbedan kondisi otak ini bisa dilihat sejak usia dini.

Analisis dilakukan pada 160 pria yang diketahui memiliki Gender Disphoria (kondisi di mana seseorang merasa tidak nyaman dan stress akibat jenis kelamin yang tidak mereka inginkan). Para pria itu ternyata memiliki struktur otak dan syaraf yang sama dengan wanita. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

“Walaupun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, namun kami punya bukti bahwa diferensiasi seksual dalam otak terlihat pada orang-orang yang mengalami GD (Gender Dysphoria). Mereka menunjukkan karakteristik otak fungsional mirip dengan milik jenis kelamin yang diinginkan,” ungkap Julie Bakker, selaku kepala penelitian.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa keputusan untuk menjadi transgender bukanlah sebuah kelainan mental. Hal ini bisa saja terjadi karena efek dari pengobatan yang dilakukan sang ibu selama hamil sehingga memberikan hormon tambahan pada fetus. Dengan demikian, kondisi ini sebenarnya perlu penanganan khusus agar tidak ada lagi ada yang merasa terjebak dalam tubuh yang salah.

Penemuan ini jelas memberikan sedikit titik cerah. Jika telah diketahui sejak dini, maka kondisi gender dysphoria bisa dicegah. Jika sebelumnya mereka hanya dibantu dengan psikoterapi, cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan memberikan hormon untuk menunda pubertas sebelum menjalani terapi transgender. Hal ini untuk memastikan bahwa keputusan mereka benar-benar tepat antara memilih jadi transgender atau menghilangkan gender dysphoria.
Komentar
Metode-metode Forensik untuk Mengidentifikasi Jenazah Tanpa Identitas
Sains & Teknologi
09-11-2018 - 11:00
Ajal memang tidak pernah disangka kapan datangnya. Seseorang bisa saja meninggal dunia dalam kecelakaan, pembunuhan, bencana alam, atau dalam kejadian apapun yang membuat jenazah tidak bisa langsung dikenali. Belum lagi, beberapa jenazah ditemukan tanpa identitas sehingga penemunya tidak tahu harus ...
Kopi Luwak Ternyata Mudah Terbakar, Benarkah Mengandung Bubuk Mesiu?
Sains & Teknologi
01-10-2018 - 11:00
Bagi penderita penyakit lambung, kopi luwak adalah salah satu produk yang sangat bisa diandalkan. Momen ngopi jadi lebih tenang karena produk ini terbilang ramah di lambung. Sayangnya, image bersih itu tercemar baru-baru ini. Beberapa video beredar di dunia maya  dan menunjukkan betapa kopi ini ter...
Bagaimana Cara Orang Mesir Menciptakan Mumi?
Sains & Teknologi
23-09-2018 - 10:00
​Mumi adalah salah satu peninggalan peradaban Mesir yang bisa dibilang sangat spektakuler. Bagaimana tidak, orang-orang zaman dulu telah berhasil menemukan teknologi untuk mengawetkan jenazah. Pasalnya, mereka percaya tentang adanya kehidupan sesudah mati, sehingga merasa perlu melakukan usaha unt...
Manusia Bisa Menahan Suhu Ratusan Derajat Tanpa Terluka, Asal…
Sains & Teknologi
17-09-2018 - 11:00
Secara teori, segala sesuatu yang sedang mendidih akan membahayakan tubuh makhluk hidup. Jangankan besi cair yang titik leburnya mencapai 1535 derajat celcius, air dalam kondisi mendekati 100 derajat celcius saja akan membuat kulit mengalami luka bakar saat bersentuhan. Karenanya, siapapun yang beke...
Tandus dan Kering, Mungkinkah Gurun Sahara Berubah Hijau?
Sains & Teknologi
13-09-2018 - 13:00
Sebagai dataran yang dikenal kering dan gersang, Gunung Sahara mungkin tidak memenuhi standard wilayah yang layak untuk ditinggali. Bagaimana tidak, kondisi tanahnya sangat tandus sehingga tumbuhan tidak sanggup hidup di atasnya. Cuacanya sangat panas sehingga makhluk hidup sepertinya tidak akan san...
Kenalkan! Ini Dia ROG Phone, Ponsel Canggih untuk Para Pecinta Game
Sains & Teknologi
21-08-2018 - 17:00
Saat ini, gaming adalah kegiatan yang mendapat banyak perhatian. Selain karena banyaknya pecinta game yang ada di seluruh dunia, permainan yang ada saat ini juga semakin bervariasi dan penuh dengan improvisasi. Tidak heran jika sarana penunjang untuk gaming juga mengalami perkembangan pesat. Salah s...
4 Cara Mencegah Fingerprint Smartphone Error
Sains & Teknologi
20-08-2018 - 09:00
Teknologi yang semakin canggih telah menciptakan sistem pengamanan yang semakin hebat. Salah satu yang belakangan ini cukup popular adalah adanya fingerprint scanner pada ponsel, yang memungkinkan user melakukan unlock dengan sidik jari. Dengan demikian, keamanan data di dalamnya pun semakin terjaga...
Penampakan Samsung Galaxy Note 9 Terungkap, Seperti Apa Spesifikasinya?
Sains & Teknologi
16-08-2018 - 13:00
​Sebagai salah satu vendor smartphone terbesar dunia, Samsung memang tidak pernah berhenti menciptakan karya-karya baru. Belakangan, perusahaan ini kembali merilis produk canggih yang akan membuat siapapun tergoda untuk memilikinya. Samsung Galaxy Note 9 telah diluncurkan pada 9 Agustus 2018 lalu,...
Ingin Main Games "Fortnite" di Android? Pastikan Smartphonemu Punya Spesifikasi Ini
Sains & Teknologi
15-08-2018 - 19:00
Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi permainan yang bertema pertarungan memang menjadi incaran para penggila games. Salah satu yang juga cukup populer beberapa bulan terakhir adalah Fortnite, yang dikembangkan oleh Epic Games. Dirilis pada tahun 2017, video games ini menyajikan beberapa mode per...
Asal Usul Nama Bahasa Pemograman Java
Sains & Teknologi
19-05-2018 - 12:00
​Siapa menyangka bahwa Java Coffee alias Kopi Jawa menjadi inspirasi untuk nama bahasa pemrograman komputer yang berhasil dikembangkan oleh James Gosling dan rekan-rekan tim Greentalk di Sun Microsystems. Mulanya, Gosling memberikan nama Oak pada program tersebut setelah terinspirasi oleh sejenis ...